Selasa, 19 Juni 2012

PENDIDIKAN DI INDONESIA -fuad visions-


assalamualaikum wr..
terlintas di pikiran mengenai tentang masalah pendidikan di Indonesia ini. negara yang luas mempunyai banyak sumber daya alam dan manusianya, namun sangat tertinggal dari banyak negara yang notabene-nya mempunyai sumber daya yang pas-pasan,,
bukannya ingin selalu membandingkan, namun inilah faktanya..

LALU APA PERMASALAHANNYA?

secara fuad pribadi, jelas yang namanya pendidikan itu adalah proses, artinya pendidikan itu tidak hanya bisa dikatakan tk,sd,smp,sms,kuliah dst , ini adalah proses mulai dari lahir sampai sakaratul maut pun itu adalah pendidikan [kata lainnya mungkin adalah ilmu]. pada kenyataannya, pendidikan yang ada di Indonesia ini hanya menekankan wajib belajar 9-12 tahun saja [kalo tidak salah], seharusnya tagline nya itu "wajib belajar seumur hidup" heehe.. itulah permasalahan pertama. lho kok masa cuma tagline jadi masalah?. disadari atau tidak masalah tagline itu secara psikologis menurut fuad secara langsung atau tidak langsung akan mempersepsikan bahwa "oh yang wajibnya belajar itu cuma 12 tahunanlah".. pengaruh psikologis ini terutama akan tersugesti pada masyarakat menengah ke bawah. pertanyaan lagi, lho kenapa menengah ke bawah??.. jawabannya adalah karena permasalahan kedua, yaitu biaya

pendidikan di Indonesi fuad katakan mahal, kenapa mahal?.. karena masih bayar hee.. 
bukan berarti harus membebankan sepenuhnya kepada pemerintah, namun pendidikan ini seyogyanya juga harus lah fair, artinya yang mampu bayar tinggi ya bayar lah yang ga mampu ya gratis janga dipaksa bayar juga. sekarang dibilang kan ada beasiswa, perbandingan beasiswa dengan kalangan kurang mampu berapa banyak sih? lalu persyaratan beasiswa mesti tidak mampu dan mempunyai prestasi dulu.. ini kan kurang fair juga, gimana mau nunjukin prestasi orang baru mulai masuk sekolah/pendidikannya ajah belum mampu??.. ironis kan.. belum lagi juga permasalahan surta keterangan tidak mampu ini juga ambigu, parameter dikatakan mampu or tidak mampu itu tidak jelas.. kluarga dengan pengahsilan 10 juta/bulan dengan jumlah anak 10 dibandingkan dengan kluarga dengan penghasilan 7 juta/bulan dengan jumlah anak 2 lebih mampu mana kira-kira? hee.. logikanya akan lebih mampu yang penghasilan 7 juta dgn anak 2 kan, namun jika mengajukan beasiswa tentu yang dipilih kebanyakan yang kluarga 7 juta itu.. ini fakta pengalaman fuad dahulu di perguruan tinggi ya seperti itu hehe.. bahkan ada perbandingannya yang ortunya guru sama yang ortunya wiraswasta, yang lolos beasiswa yang ortunya wiraswasta padahal yang wiraswasta itu penghasilannya lebih tinggi dari yang ortunya guru, kok bisa yakin tau gitu?.. ya terlihat lah dari keseharian mahasiswa tersebut dari fasilitas-fasilitas yang dimiliki mahasiswanya lebih royal

lalu permasalah selanjutnya yang fuad lihat adalah cara pembelajarannya. tidak dipungkiri bahwa masyarakat indosnesia ini masyarakat yang gotong royong[aslinya] jadi alangkah baiknya cara belajarnya pun ya gotong royong,berkelompok, kerjasama jangan meniru2 cara pendidikan di negara lain itu beda kondisi. secara tidak langsung jika sedari kecil tidak dibiasakan kerjasama seperti itu nantinya sudah pasti individualistis, ego nya sangat tinggi, ambisius, saling sikut.. jadilah seperti petingi-petinggi di negeri ini. dengan adanya cara pembelajaran berkelompok seperti ini, diharapkan mampu setiap individunya mempunyai rasa tanggung jawab yang sama. artinya nantinya bahwa syarat kelulusan itu tidak pribadi yaitu ya syaratnya sekelompok itu  mesti baik. okelah mungkin masalah kelompok ini cocoknya mulai dari jenjang kuliah kalo sd smp masih oke scara masing2 uan/un dll.. namun kalo sudah kliah itu harusnya sudah dikelompokan , hal ini sangat baik karena penjurusannya itu akan dari awal dan selepas sarjana mereka akan benar-benar menguasai ilmunya tersebut.

ada lagi masalah penghargaan. banyak orang pintar di indonesia tidak dihargai itu fakta. karena pada dasarnya orang pinter itu berfikir praktis, efisien dan bertujuan untuk kemaslahatan. namun karena di indonesia ini pejabat2 nya kebanyakan kepentingan jadi orang2 pinter indonsesia itu tidak dihargai, ambil contohnya masalah PLTN[nuklir]. jelas sdm indonesia mampu tapi orang2 yang punya kepentingan malah membuat satu opini bahwa PLTN tdk aman dll.. padahal kita tahu bahwa PLTN ini sangat menguntungkan . lalu yang dimaksud "kepentingan" itu apa?.. kalo fuad liat sih org yang punya kepentingan itu orang2 yang jadi mafia bbm[minyak,gas,batubara] yang notabenenya mempunyai kekuasaan terhadap bbm agar manusia2 indonesi bergantung pada bbm itu tadi, dimana mereka bisa memainkan harganta demi keuntungan pribadi..

mungkin sekian dulu yah.. jujur dari sehabis paragraf 2 nulisnya udah ga karuan coz bingung mau ada wawancara kerja sedangkan fuad masih belum bereh kuliah ekstensinya[tinggal sidang]..

maaf jika ada kata kurang berkenan

wassalamualaikum wr...